Sejumlah pengunjung sangat menyesalkan wisata telaga Sarangan Magetan tidak seindah dulu, saat ini nampak semraut dan kumuh

Kalah Bersaing Dengan PSK Liar, Sat Pol PP Jadi Sasaran

Magetan. Persaingan bisnis ternyata tidak hanya terjadi pada perdagangan legal. Kali ini Para PSK (Pekerja Sek Kormisal) komplek Madusari, Kelurahaan Maospati RT 21 Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur dari 79 PSK merasa kesal dengan ulah kinerja Sat Pol PP sebab dalam menjalankan tugas razia terkesan tebang pilih. Akibatnya dampak pengunjung Madusari sepi karena persaingan dengan PSK liar yang mangkal di luar Madusari. Jum’at (25/11).

Mereka menilai Sat Pol PP dan Dinas sosial membiarkan PSK liar yang suka mangkal di sepanjang jalan raya Maospati-Ngawi dan sepanjang jalan Desa Malang terkesan di biarkan. Dengan demikian PSK Madusari yang merasa resmi karena sudah mematuhi aturan dari Pemerintah Kabupaten Magetan selalu di jadikan korban razia.”Kami berharap pihak Sat Pol PP PSK-PSK yang mangkal di luar segera di razia dan kalau perlu di masukan jadi satu di sini (red, Madusari) kalau ingin dikatakan pihak Sat Pol PP menertibkan lingkungan dan menekan angka pelacuran,” tegas Endang salah satu PSK Madusari  kepada suarakumandang.com

Sepi pengunjung  dirasakan para penghuni Madusari sudah 2 tahun terakhir ini. Tuduhan ke Sat Pol PP karena selama ini di nilai dalam menjalakan tugas terkesan tebang pilih, hal ini di buktikan masih banyaknya warung remang-remang di sepanjang jalan Desa Malang dan Kelurahan Maospati yang di jadikan tempat prostitusi ” Saya itu tahu persis warung-warung yang ada di sepanjang jalan luar sana, kalau di dalamnya juga memelihara wanita PSK,” jelasnya

“Selain itu saya juga tahu persisi kalau salah satu rumah penduduk di sewakan untuk di jadikan tempat mesum, bahkan saya sering menemukan pasangan muda-mudi yang masih perkaian pelajar keluar masuk rumah tersebut,” jelasnya.

Mamik salah satu PSK Madusari juga  berharap dari pihak Sat Pol PP dan Dinas Sosial kalau hendak melakukan razia jangan tangung-tangung,selama ini mereka melihat dan menilai dalam melakukan razia belum maksimal.” Jujur saja ya mas, dalam 2 tahun terakhir ini komplek Madusari sepi pengunjung (hidung Belang), lantaran pihak Sat Pol PP membiarkan PSK-PSK yang mangkal di luar sana ( red, sepanjang Desa Malang dan sepanjang jalan Raya Maospati-Ngawi ),kalaupun pihak Sat Pol PP mengadakan razia bisa dipastikan gagal bahkan bisa dikatakan nihil” jelasnya kepada Magetankumandang.com.

“ Komplek Madusari saya menggangapnya resmi, karena apa yang di mau Pemerintah Kabupaten Magetan kami selau turuti, mulai kegiatan  penyuntikan dan pembinaan keagamaan, tapi yang jelas kalau di suruh tutup atau berhenti sementara dari 79 PSK Madusari belum bisa,” katanya.

Secondany kasat  Sat Pol PP mengatakan, terkait razia yang kami lakukan semua ini atas laporan dari masyarakat,” Itu tidak benar, kalau pihak kami melakukan razia tebang pilih, selama ini kami selalu melakukan razia yang bertujuan menertibkan lingkungan,” tegasnya.

“ Kalau dikatakan dalam razia selalu gagal itu saya akui, memang kami kesulitan dalam melakukan dan membersihkan PSK liar yang mangkal di sepanjang jalan Desa Malang dan sepanjang Jalan Raya Maospati-Ngawi, akan tetapi kami janji dalam waktu dekat ini kami akan bersihkan,” jelasnya.cahyo nugroho magetan.


Kirim Komentar